Selasa, 15 April 2014

Tak ada lagi yang seperti "dulu"

Sebulan lebih. Ya, sebulan lebih 5 hari lebih tepatnya sejak kita berhenti berkomunikasi. Sejak aku memutuskan untuk menyerah dan membiarkanmu pergi. Sejak aku dan kamu tidak lagi ada kita. Sejak aku memutuskan kamu tak lagi ada di hidupku. Sejak semuanya aku anggap berakhir. Dan mungkin juga begitu menurutmu. Kita sudah berakhir. Tapi, ada yang mengganjal disini. Kamu belum menjelaskan apa2 tentang sesuatu yang aku sudah tau tanpa perlu kamu beri tahu. Tentang sesuatu yang sampai saat ini masih kamu tutupi dariku. Tak ada kata perpisahan apapun. Baik dariku, maupun dari dirimu sendiri. Senyuman terakhir setelah kita tak lagi berkomunikasi. Saat itu hanya sakit yang ku rasa "kurang ajar sekali. Masih bisa tersenyum seperti itu seakan tidak terjadi apa2" itu yang aku rasa saat itu. Tapi sekarang, aku berharap kau masih bisa tersenyum sama seperti itu kepadaku dan mungkin kini aku yang menganggap tidak terjadi apa2 diantara kita. Aku ingin kita baik2 saja, seperti di 2 mimpiku tentangmu. Walaupun kita, tak lagi menjadi kita yang "dulu"
Aku masih menyayangimu. Ya, masih. Tapi kini aku mulai terbiasa hidup tanpamu. Walau aku belum bisa berhenti membicarakanmu. Walaupun aku masih bisa terpaku lama berdiam diri di depan layar hp ketika RU BBMku memunculkan wajahmu. Mengamati cukup lama wajahmu disana. Aku rindu.
Kini kau lebih bahagia bersama teman2mu sepertinya. Tak ada lagi aku yang ada di hidupmu. Tak ada lagi aku yang dulu kau panggil aku sayang.
12 mei nanti, yang aku harapkan hanya sebuah ucapan darimu. Tidak perlu memberikan kejutan ataupun hadiah. Hanya sebuh ucapan atau mungkin kalau bisa ditambah doa. Tapi hanya ucapanpun tak apa. Semoga kau selalu mendoakanku tanpa ku minta. Aku disini juga selalu mendoakanmu agar kau selalu bahagia.
Aku menyayangimu, aku merindukanmu.

Sabtu, 05 April 2014

Kamu

Mereka bilang mereka bilang mereka bilang. Tapi seakan-akan aku menutup telingku rapat2. Tidak mau mendengarkan apapun yang mereka katakan.
Jujur sakit, jujur hampa, jujur sepi tanpa kamu disini.
Mereka bilang aku berubah sejak mengenalmu. Ya, karena saat itu aku merasa kamulah orang itu. Paket komplit. Itu yang aku katakan saat ini. Tapi kenyataannya berbeda. Kamu yg aku kira benar-benar menjadi yang sebenarnya ternyata diluar dugaanku.
Mau dikemanaian hati ini, mau dikemanakan kepercayaan ini, mau dikemanakan luka ini. Setiap harinya aku bawa kesana kemari. Mencari obat untuk menyembuhkan luka, tapi nihil. Hanya topeng2lah yang kutemukan. Hati yang sudah tidak berbentuk, kepercayaan yang sudah rusak, luka yang semakin hari semakin terbuka lebar.
Aku hanya ingin kau kembali. Mungkin ini kebodohan terbesarku memintamu kembali. Namun memang itulah kenyataannya. Aku belum ikhlas melepas kepergianmu seperti ini. Ini menyakitkan.
Aku tidak berharap kau akan merasakannya, biar aku saja yang merasakan semua ini. Terseok2 mencarimu si obat mujarab yang tak pernah datang kembali.

Selasa, 18 Maret 2014



I miss you��

Aku butuh kamu

Aku butuh kamu. Saat ini aku butuh kamu banget. Tapi kamu tetap terus berjalan pergi, tanpa mengucapkan sepatah katapun, tanpa menoleh sedikitpun. Terus berjalan menjauh. Berat, berat aku menjalaninya tanpa kamu. Aku butuh kamu saat ini disisiku. Aku butuh kamu.
Kembali, please kembali..

Kamis, 06 Maret 2014

Ya Allah, jaga keluargaku disaat aku tidak bisa berada di deket mereka

Rabu, 05 Maret 2014

Miss my Family❤️

Ngerasa kaya makin ga kuat di Jogja :')
Ngerasa kaya ga punya siapa2, ga ada temen, ga ada keluarga, ngerasa kaya hidup bener2 sendiri.
Pengen pulang, seenggaknya di rumah ada keluarga, ga pernah ngerasa sendiri lagi.
Kangen banget.

Jumat, 21 Februari 2014

Terlambat

Satu tahun yang lalu kemana? Satu tahun ini aku udah bisa terbiasa hidup tanpa kamu. Tanpa bayang2 kamu. Lupain semua kenangan yang pernah ada. 3 tahun aku berjuang sendiri, aku bertahan sendiri. 3 tahun itu juga rasaku ga berubah & semakin kuat.
Dan sekarang? Setelah hidupku tenang tanpa kamu, kamu dateng lagi tiba2 ke kehidupan aku. Seakan ga terjadi apa2. Seakan-akan kita baik2 aja selama ini. Kamu minta kesempatan kedua, kamu yang menyesal kali ini, kamu yang inginkan aku kali ini, kamu yang merasakan menjadi aku kali ini. Sekarang tau kan gimana rasanya? Tapi maaf, ga ada lagi kesempatan kedua untukmu. Aku bukan lagi aku yang dulu selalu mendambakan & menyayangi kamu. Aku sudah memiliki orang lain yang aku harap memiliki rasa seperti saat aku menyayangimu.
Maaf, jika semua ini tidak seperti yang kau pikirkan. Kau datang terlambat. Waktu sudah merubah semuanya. Kita tak lagi sama, tak lagi seperti dulu :)