Minggu, 12 Oktober 2014

Ini menyakitkan

Aku masih percaya suatu saat dia akan kembali. Tapi ini sudah bulan ke tujuh setelah kepergiannya dan dia tidak pernah kembali. Bahkan untuk menengok ke belakang lagi pun dia tidak pernah.
Aku masih tetap menunggu. Terduduk di sini dan sesekali menangisinya yang sudah berlari jauh menggandeng wanita lain dan bahagia bersamanya. Sedangkan aku masih disini. Menantinya kembali, bahkan hanya sekedar menengok ke belakang. Menangisinya karna kebodohanku sendiri.
Bahkan aku tidak tau apa sebab dia pergi. Sampe sekarang aku masih tidak tau.
Menanti dan menangisinya. Itu yang selalu aku lakukan. Teman-temanku terus menyangatiku tapi hati ini masih belum sanggup untuk berdiri lagi. Ini masih terlalu menyakitkan. Tapi sampai kapan? Sampai kapan aku harus tetap seperti ini?
Tuhan, apa salahku?
Aku ingin dia kembali. Bahkan hanya untuk sekedar menengok ke belakang, berlari kembali ke arahku, memelukku mengucapkan salam perpisahan dan pergi kembali. Ya, mungkin itu sudah cukup.
Hanya satu hari, aku hanya menginginkan satu hari penuh terakhir bersamanya. Apakah itu juga tidak mungkin?
Sejahat itukah aku padamu hingga kau membalasku seperti ini.
Kejam. Tega. Sadis. Sakit.

Rabu, 08 Oktober 2014

I miss you

This painful. when you miss someone, but you can not do anything. This hurts when you wanted to see it again, but you could not see him. This hurts when you can only remember him through a dream

Rabu, 20 Agustus 2014

Aku bukan anak mereka. Ga ada yang sayang sama aku. Ga ada yg berharap aku hidup. Rasanya pengen pergi dari rumah, dari keluarga. Pergi sejauh-jauhnya. Ga mau ada di dunia ini lagi.
Sebenarnya alasan kenapa pengen punya pacar bukan karena status atau bangga2in kalo udah bukan jomblo lagi. Bukan.
Tapi karena pengen ada yg bener2 ngertiin & seenggaknya aku bisa ngerasa kalo ada yang sayang sama aku.
Aku pengen disayang sebagaimana seharusnya.
Aku pengen ada yg bener2 ngertiin. Bukan cuma sekedar ada. Punya tempat buat cerita semua masalah yang ada.
Selama ini ga ada yg bener2 ngertiin.
Aku pengen pulang. Disini bukan tempatku.

Rabu, 13 Agustus 2014

hey kamu..

Hey kamu, apa kabar? Hmm pasti baik2 aja & semakin bahagia setiap harinya karena udah ada dia disisi kamu sekarang.
Aku disini juga baik2 aja. Tapi mungkin aku ga sebaik km saat ini.
Aku bingung aku harus cerita ke siapa. Tiga orang yg dua orang diantaranya udah aku anggep sahabat aku sendiri cerita tentang masalah mereka ke aku. Ya, cerita mereka saling berkaitan. Bisa dibilang cinta segitiga. Dan dari ketiga mereka minta untuk ga bilang ke siapa2 tentang masalah ini.
Aku bingung. Bingung banget. Aku harus gimanaaa. Aku ada diantara mereka bertiga. Setiap harinya denger cerita tentang mereka yang emang sebenernya aku tau jawaban dari masalah mereka tapi aku harus terus berpura2 tidak tau apa2. Seandainya mereka bisa langsung komunikasi dengan mereka bertiga sendiri tanpa harus melibatkan aku. Mungkin mereka akan lebih paham & bisa saling mengikhlaskan satu sama lain.
Hey kamu, mungkin kamu bingung dengan semua cerita tadi. Ya, aku juga bingung harus mulai cerita dari mana. Seandainya saja masih ada kamu disini. Seandainya. Mungkin kamulah satu2nya orang yang akan tetap aku beritahu tentang semua ini. Menceritakan semua ini sudah sedikitnya membantu meringankan beban pikiranku. Dan mungkin kamu akan punya solusi untuk aku sebagai penghubung mereka bertiga ini.
Tapi kamu sudah tidak lagi disini. Kamu mungkin sekarang sedang mendengarkan cerita hidup tentangnya dan menceritakan cerita hidupmu dengannya.
Sungguh beruntung dia. Wanita yang kini ada bersamamu. Sedangkan aku? Aku hanya bisa berpura2 aku sedang berbicara denganmu saat ini. Menceritakan semuanya tentangku kepadamu seperti dulu.

Hey kamu, aku saat ini seperti orang bodoh yang menunggu bayangan yang mungkin bukan milikku.
Berusaha menggapai bayangan itu yang sudah jelas aku tidak akan bisa mendapatkannya.
Hey kamu, tapi disini aku masih menunggumu. Masih berharap suatu saat kau akan kembali dan menyatukan aku dan kamu menjadi kita kembali.
Haha impian yang tak akan mungkin menjadi nyata.
Hey kamu, hatiku masih milikmu.

Jumat, 08 Agustus 2014

permainan yang tak pernah selesai

Kenapa semuanya cepat sekali pergi? Kenapa semuanya cepat sekali menghilang? Kenapa semuanya cepat sekali berakhir? Selalu seperti ini. Mereka pergi tanpa permisi. Mereka datang dan masuk dengan memohon-mohon. Lelucon apa lagi ini? Sebegitu lucu kah hidupku sehingga dengan mudahnya mereka permainkan dam tertawakan?
Apa yang salah denganku? Sifatku yang terlalu buruk? Wajahku yang terlalu buruk? Atau perlakuanku yang terlalu buruk?

8 bulan yang lalu aku ragu untuk membuka hati kembali. Hingga akhirnya aku terus diyakinkan. 4 bulan yang lalu akhirnya aku yakin kepada siapa aku menyerahkan hatiku. Tapi lagi2 dikecewakan. Selalu seperti ini.
Selalu berakhir dengan aku yang terpuruk tanpa siapapun dan tak memiliki apapun.

Hidupku seakan seperti papan permainan bagi mereka. Datang jika bosan dengan hidup dan membutuhkan hiburan lalu pergi jika sudah asik dan bosan bermain. Kembali kepada kehidupan asik mereka dan meninggalkan papan permainan ini tanpa dirapihkan kembali. Dibiarkan bagian2 kecilnya menghilang dan masa bodoh untuk kembali mencarinya. Untuk apa? Toh itu hanya bagian kecil dan tidak penting. Mungkin itu pikiran mereka.
Tapi yang kecil ini menyakitkan. Menjadi luka besar karena sudah terlalu lama dibiarkan. Lalu sekarang siapa yang akan bertanggung jawab menyelesaikan semua ini? Setidaknya rapihkan kembali permainan yang sudah kalian mainkan. Letakkan di tempat yang baik agar terjaga. Jangan dibiarkan dan dibuang begitu saja. Ini menyakitkan

Rabu, 04 Juni 2014

Maaf

Maaf, aku masih menyayangimu
Maaf, aku masih mengharapkanmu kembali
Maaf, aku pernah mengecewakanmu
Maaf, aku pernah mengabaikanmu
Maaf maaf maaf

Jumat, 18 April 2014

Untuk kamu

Untuk kamu yang namanya selalu kusebut dalam doa. Untuk kamu yang berinisial sama dengan ayahku. Untuk kamu yang aku harapkan menjadi imamku kelak. Untuk kamu yang selalu aku nanti disini.
Jaga hatimu sampai nanti kita dipertemukan dan disatukan. Aku disini juga selalu menjaga hatiku untukmu. Sampai nanti waktunya datang. Aku disini selalu menanti dan menjaganya untukmu, calon imamku❤️