Rabu, 04 Juni 2014

Maaf

Maaf, aku masih menyayangimu
Maaf, aku masih mengharapkanmu kembali
Maaf, aku pernah mengecewakanmu
Maaf, aku pernah mengabaikanmu
Maaf maaf maaf

Jumat, 18 April 2014

Untuk kamu

Untuk kamu yang namanya selalu kusebut dalam doa. Untuk kamu yang berinisial sama dengan ayahku. Untuk kamu yang aku harapkan menjadi imamku kelak. Untuk kamu yang selalu aku nanti disini.
Jaga hatimu sampai nanti kita dipertemukan dan disatukan. Aku disini juga selalu menjaga hatiku untukmu. Sampai nanti waktunya datang. Aku disini selalu menanti dan menjaganya untukmu, calon imamku❤️

Wanita yang sangat ia cintai

Aku tidak pernah melihatnya menangis. Sampai saat itu, disaat ia meletakkan kepala wanita ke dalam tempat sempit gelap dan hanya seorang diri. Liang lahat. Mengecup kening wanita itu dengan penuh rasa sayang dan cinta. Untuk yang terakhir kali.

Dia ayahku. Ayahku yang sangat mencintai ibunya. Dia ayahku yang selalu tegar dan ceria namun kini berduka. Dia ayahku yang merindukan kasih sayang seorang ibu.
Semoga Engkau memberikan tempat terbaik kepada ibu dari ayahku. Ibu yang sangat ayahku cintai. Ampuni dosa-dosanya ya Allah. Jaga ia disisiMu. Kami disini mencintainya. Selalu. Berharap suatu saat nanti dapat kembali berkumpul di surgaMu, suatu hari nanti. Aamiin.

Selasa, 15 April 2014

Tak ada lagi yang seperti "dulu"

Sebulan lebih. Ya, sebulan lebih 5 hari lebih tepatnya sejak kita berhenti berkomunikasi. Sejak aku memutuskan untuk menyerah dan membiarkanmu pergi. Sejak aku dan kamu tidak lagi ada kita. Sejak aku memutuskan kamu tak lagi ada di hidupku. Sejak semuanya aku anggap berakhir. Dan mungkin juga begitu menurutmu. Kita sudah berakhir. Tapi, ada yang mengganjal disini. Kamu belum menjelaskan apa2 tentang sesuatu yang aku sudah tau tanpa perlu kamu beri tahu. Tentang sesuatu yang sampai saat ini masih kamu tutupi dariku. Tak ada kata perpisahan apapun. Baik dariku, maupun dari dirimu sendiri. Senyuman terakhir setelah kita tak lagi berkomunikasi. Saat itu hanya sakit yang ku rasa "kurang ajar sekali. Masih bisa tersenyum seperti itu seakan tidak terjadi apa2" itu yang aku rasa saat itu. Tapi sekarang, aku berharap kau masih bisa tersenyum sama seperti itu kepadaku dan mungkin kini aku yang menganggap tidak terjadi apa2 diantara kita. Aku ingin kita baik2 saja, seperti di 2 mimpiku tentangmu. Walaupun kita, tak lagi menjadi kita yang "dulu"
Aku masih menyayangimu. Ya, masih. Tapi kini aku mulai terbiasa hidup tanpamu. Walau aku belum bisa berhenti membicarakanmu. Walaupun aku masih bisa terpaku lama berdiam diri di depan layar hp ketika RU BBMku memunculkan wajahmu. Mengamati cukup lama wajahmu disana. Aku rindu.
Kini kau lebih bahagia bersama teman2mu sepertinya. Tak ada lagi aku yang ada di hidupmu. Tak ada lagi aku yang dulu kau panggil aku sayang.
12 mei nanti, yang aku harapkan hanya sebuah ucapan darimu. Tidak perlu memberikan kejutan ataupun hadiah. Hanya sebuh ucapan atau mungkin kalau bisa ditambah doa. Tapi hanya ucapanpun tak apa. Semoga kau selalu mendoakanku tanpa ku minta. Aku disini juga selalu mendoakanmu agar kau selalu bahagia.
Aku menyayangimu, aku merindukanmu.

Sabtu, 05 April 2014

Kamu

Mereka bilang mereka bilang mereka bilang. Tapi seakan-akan aku menutup telingku rapat2. Tidak mau mendengarkan apapun yang mereka katakan.
Jujur sakit, jujur hampa, jujur sepi tanpa kamu disini.
Mereka bilang aku berubah sejak mengenalmu. Ya, karena saat itu aku merasa kamulah orang itu. Paket komplit. Itu yang aku katakan saat ini. Tapi kenyataannya berbeda. Kamu yg aku kira benar-benar menjadi yang sebenarnya ternyata diluar dugaanku.
Mau dikemanaian hati ini, mau dikemanakan kepercayaan ini, mau dikemanakan luka ini. Setiap harinya aku bawa kesana kemari. Mencari obat untuk menyembuhkan luka, tapi nihil. Hanya topeng2lah yang kutemukan. Hati yang sudah tidak berbentuk, kepercayaan yang sudah rusak, luka yang semakin hari semakin terbuka lebar.
Aku hanya ingin kau kembali. Mungkin ini kebodohan terbesarku memintamu kembali. Namun memang itulah kenyataannya. Aku belum ikhlas melepas kepergianmu seperti ini. Ini menyakitkan.
Aku tidak berharap kau akan merasakannya, biar aku saja yang merasakan semua ini. Terseok2 mencarimu si obat mujarab yang tak pernah datang kembali.

Selasa, 18 Maret 2014



I miss you��

Aku butuh kamu

Aku butuh kamu. Saat ini aku butuh kamu banget. Tapi kamu tetap terus berjalan pergi, tanpa mengucapkan sepatah katapun, tanpa menoleh sedikitpun. Terus berjalan menjauh. Berat, berat aku menjalaninya tanpa kamu. Aku butuh kamu saat ini disisiku. Aku butuh kamu.
Kembali, please kembali..