Rabu, 20 Agustus 2014

Aku bukan anak mereka. Ga ada yang sayang sama aku. Ga ada yg berharap aku hidup. Rasanya pengen pergi dari rumah, dari keluarga. Pergi sejauh-jauhnya. Ga mau ada di dunia ini lagi.
Sebenarnya alasan kenapa pengen punya pacar bukan karena status atau bangga2in kalo udah bukan jomblo lagi. Bukan.
Tapi karena pengen ada yg bener2 ngertiin & seenggaknya aku bisa ngerasa kalo ada yang sayang sama aku.
Aku pengen disayang sebagaimana seharusnya.
Aku pengen ada yg bener2 ngertiin. Bukan cuma sekedar ada. Punya tempat buat cerita semua masalah yang ada.
Selama ini ga ada yg bener2 ngertiin.
Aku pengen pulang. Disini bukan tempatku.

Rabu, 13 Agustus 2014

hey kamu..

Hey kamu, apa kabar? Hmm pasti baik2 aja & semakin bahagia setiap harinya karena udah ada dia disisi kamu sekarang.
Aku disini juga baik2 aja. Tapi mungkin aku ga sebaik km saat ini.
Aku bingung aku harus cerita ke siapa. Tiga orang yg dua orang diantaranya udah aku anggep sahabat aku sendiri cerita tentang masalah mereka ke aku. Ya, cerita mereka saling berkaitan. Bisa dibilang cinta segitiga. Dan dari ketiga mereka minta untuk ga bilang ke siapa2 tentang masalah ini.
Aku bingung. Bingung banget. Aku harus gimanaaa. Aku ada diantara mereka bertiga. Setiap harinya denger cerita tentang mereka yang emang sebenernya aku tau jawaban dari masalah mereka tapi aku harus terus berpura2 tidak tau apa2. Seandainya mereka bisa langsung komunikasi dengan mereka bertiga sendiri tanpa harus melibatkan aku. Mungkin mereka akan lebih paham & bisa saling mengikhlaskan satu sama lain.
Hey kamu, mungkin kamu bingung dengan semua cerita tadi. Ya, aku juga bingung harus mulai cerita dari mana. Seandainya saja masih ada kamu disini. Seandainya. Mungkin kamulah satu2nya orang yang akan tetap aku beritahu tentang semua ini. Menceritakan semua ini sudah sedikitnya membantu meringankan beban pikiranku. Dan mungkin kamu akan punya solusi untuk aku sebagai penghubung mereka bertiga ini.
Tapi kamu sudah tidak lagi disini. Kamu mungkin sekarang sedang mendengarkan cerita hidup tentangnya dan menceritakan cerita hidupmu dengannya.
Sungguh beruntung dia. Wanita yang kini ada bersamamu. Sedangkan aku? Aku hanya bisa berpura2 aku sedang berbicara denganmu saat ini. Menceritakan semuanya tentangku kepadamu seperti dulu.

Hey kamu, aku saat ini seperti orang bodoh yang menunggu bayangan yang mungkin bukan milikku.
Berusaha menggapai bayangan itu yang sudah jelas aku tidak akan bisa mendapatkannya.
Hey kamu, tapi disini aku masih menunggumu. Masih berharap suatu saat kau akan kembali dan menyatukan aku dan kamu menjadi kita kembali.
Haha impian yang tak akan mungkin menjadi nyata.
Hey kamu, hatiku masih milikmu.

Jumat, 08 Agustus 2014

permainan yang tak pernah selesai

Kenapa semuanya cepat sekali pergi? Kenapa semuanya cepat sekali menghilang? Kenapa semuanya cepat sekali berakhir? Selalu seperti ini. Mereka pergi tanpa permisi. Mereka datang dan masuk dengan memohon-mohon. Lelucon apa lagi ini? Sebegitu lucu kah hidupku sehingga dengan mudahnya mereka permainkan dam tertawakan?
Apa yang salah denganku? Sifatku yang terlalu buruk? Wajahku yang terlalu buruk? Atau perlakuanku yang terlalu buruk?

8 bulan yang lalu aku ragu untuk membuka hati kembali. Hingga akhirnya aku terus diyakinkan. 4 bulan yang lalu akhirnya aku yakin kepada siapa aku menyerahkan hatiku. Tapi lagi2 dikecewakan. Selalu seperti ini.
Selalu berakhir dengan aku yang terpuruk tanpa siapapun dan tak memiliki apapun.

Hidupku seakan seperti papan permainan bagi mereka. Datang jika bosan dengan hidup dan membutuhkan hiburan lalu pergi jika sudah asik dan bosan bermain. Kembali kepada kehidupan asik mereka dan meninggalkan papan permainan ini tanpa dirapihkan kembali. Dibiarkan bagian2 kecilnya menghilang dan masa bodoh untuk kembali mencarinya. Untuk apa? Toh itu hanya bagian kecil dan tidak penting. Mungkin itu pikiran mereka.
Tapi yang kecil ini menyakitkan. Menjadi luka besar karena sudah terlalu lama dibiarkan. Lalu sekarang siapa yang akan bertanggung jawab menyelesaikan semua ini? Setidaknya rapihkan kembali permainan yang sudah kalian mainkan. Letakkan di tempat yang baik agar terjaga. Jangan dibiarkan dan dibuang begitu saja. Ini menyakitkan

Rabu, 04 Juni 2014

Maaf

Maaf, aku masih menyayangimu
Maaf, aku masih mengharapkanmu kembali
Maaf, aku pernah mengecewakanmu
Maaf, aku pernah mengabaikanmu
Maaf maaf maaf

Jumat, 18 April 2014

Untuk kamu

Untuk kamu yang namanya selalu kusebut dalam doa. Untuk kamu yang berinisial sama dengan ayahku. Untuk kamu yang aku harapkan menjadi imamku kelak. Untuk kamu yang selalu aku nanti disini.
Jaga hatimu sampai nanti kita dipertemukan dan disatukan. Aku disini juga selalu menjaga hatiku untukmu. Sampai nanti waktunya datang. Aku disini selalu menanti dan menjaganya untukmu, calon imamku❤️

Wanita yang sangat ia cintai

Aku tidak pernah melihatnya menangis. Sampai saat itu, disaat ia meletakkan kepala wanita ke dalam tempat sempit gelap dan hanya seorang diri. Liang lahat. Mengecup kening wanita itu dengan penuh rasa sayang dan cinta. Untuk yang terakhir kali.

Dia ayahku. Ayahku yang sangat mencintai ibunya. Dia ayahku yang selalu tegar dan ceria namun kini berduka. Dia ayahku yang merindukan kasih sayang seorang ibu.
Semoga Engkau memberikan tempat terbaik kepada ibu dari ayahku. Ibu yang sangat ayahku cintai. Ampuni dosa-dosanya ya Allah. Jaga ia disisiMu. Kami disini mencintainya. Selalu. Berharap suatu saat nanti dapat kembali berkumpul di surgaMu, suatu hari nanti. Aamiin.

Selasa, 15 April 2014

Tak ada lagi yang seperti "dulu"

Sebulan lebih. Ya, sebulan lebih 5 hari lebih tepatnya sejak kita berhenti berkomunikasi. Sejak aku memutuskan untuk menyerah dan membiarkanmu pergi. Sejak aku dan kamu tidak lagi ada kita. Sejak aku memutuskan kamu tak lagi ada di hidupku. Sejak semuanya aku anggap berakhir. Dan mungkin juga begitu menurutmu. Kita sudah berakhir. Tapi, ada yang mengganjal disini. Kamu belum menjelaskan apa2 tentang sesuatu yang aku sudah tau tanpa perlu kamu beri tahu. Tentang sesuatu yang sampai saat ini masih kamu tutupi dariku. Tak ada kata perpisahan apapun. Baik dariku, maupun dari dirimu sendiri. Senyuman terakhir setelah kita tak lagi berkomunikasi. Saat itu hanya sakit yang ku rasa "kurang ajar sekali. Masih bisa tersenyum seperti itu seakan tidak terjadi apa2" itu yang aku rasa saat itu. Tapi sekarang, aku berharap kau masih bisa tersenyum sama seperti itu kepadaku dan mungkin kini aku yang menganggap tidak terjadi apa2 diantara kita. Aku ingin kita baik2 saja, seperti di 2 mimpiku tentangmu. Walaupun kita, tak lagi menjadi kita yang "dulu"
Aku masih menyayangimu. Ya, masih. Tapi kini aku mulai terbiasa hidup tanpamu. Walau aku belum bisa berhenti membicarakanmu. Walaupun aku masih bisa terpaku lama berdiam diri di depan layar hp ketika RU BBMku memunculkan wajahmu. Mengamati cukup lama wajahmu disana. Aku rindu.
Kini kau lebih bahagia bersama teman2mu sepertinya. Tak ada lagi aku yang ada di hidupmu. Tak ada lagi aku yang dulu kau panggil aku sayang.
12 mei nanti, yang aku harapkan hanya sebuah ucapan darimu. Tidak perlu memberikan kejutan ataupun hadiah. Hanya sebuh ucapan atau mungkin kalau bisa ditambah doa. Tapi hanya ucapanpun tak apa. Semoga kau selalu mendoakanku tanpa ku minta. Aku disini juga selalu mendoakanmu agar kau selalu bahagia.
Aku menyayangimu, aku merindukanmu.