Rabu, 05 Oktober 2011

happiness

kupandangi pantulan wajahku dalam cermin. inikah aku? inikah aku yg sebenarnya? apakah benar ini aku? aku sendiri sulit untuk mempercayainya. kupoleskan kembali bedak tipis pada wajahku yang sedari tadi tidak bisa menyunggingkan senyum sedikitpun. aku benci. aku benci saat seperti ini. saat wajahku memperlihatkan sisi sebenarnya dalam diriku. kepedihan, kesedihan, kesendirian. kapan semua ini akan berakhir? kapan semua kepahitan ini akan pergi? aku lelah. aku lelah dengan semua ini. aku lelah berpura-pura bahagia. aku sakit. sakit jika saat sendiri seperti ini, senyum palsu itu hilang. tuhan, aku ingin bahagia. aku ingin memiliki alasan mengapa aku bahagia. aku ingin bahagia seperti mereka. tapi apakah aku pantas? apakah aku pantas mendapatkannya? aku, yang selama ini tidak pandai dalam mensyukuri nikmatmu. aku yang selama ini selalu melupakanmu. aku yang hanya dekat padamu jika aku membutuhkanmu, setelah itu, aku mulai melupakanmu.
inikah aku? aku yang sudah penuh dengan dosa? aku yang selama ini selalu melupakanmu? tuhan, aku ingin bahagia. hanya itu. apa semua ini balasan atas semua yang telah aku perbuat selama ini? aku bahagia dan aku kembali menangis. aku bersamanya dan aku kembali sendiri.
aku termenung dalam diam. mencoba mengingat kembali dosa apa yang sudah kuperbuat selama ini. astaghfirullah, aku telah banyak berbuat dosa. tidak seharusnya aku seperti ini. ya Allah, apa yg telah kuperbuat? kuletakkan kembali spons bedak yang sedari tadi kupegang. tuhan, maafkan aku. maafkan hambamu yang selalu khilaf ini. maafkan aku. kuberdiri dan menatap pantulan bayangan wajahku. jika aku ingin bahagia, aku harus membuatnya sendiri. hanya diriku sendiri lah yang bisa membuatku bahagia. aku harus bahagia. aku harus bisa membuat orang-orang disekitrku bahagia. aku harus menyebarkan kebahagiaan ini. dulu aku memang sendiri, tapi kini, aku harus bisa meberikan kebahagiaan kepada orang lain agar aku tak sendiri lagi. aku harus bahagia. dan aku pasti bisa bahagia :)

0 komentar:

Poskan Komentar