Minggu, 02 November 2014

noted

This world is full of shit people. Who's the real one and who's the fake one. This world is full of fake people. I hate that
I feel like i'm so lonely in this world. I don't know who can i trust for. I don't have no one.
I want go back to my home. I want go back to my family who's the real one. People who loves me truthly. I don't wanna live in this fake world. Mommy, please take me to go home. I just wanna go home. I don't wanna be here.

You can't trust no one, unless yourself
If they trully care about you, they will make an effort for you, right?

Noted for myself

Senin, 20 Oktober 2014

Kehilangan kamu itu, menyakitkan

Minggu, 12 Oktober 2014

Ini menyakitkan

Aku masih percaya suatu saat dia akan kembali. Tapi ini sudah bulan ke tujuh setelah kepergiannya dan dia tidak pernah kembali. Bahkan untuk menengok ke belakang lagi pun dia tidak pernah.
Aku masih tetap menunggu. Terduduk di sini dan sesekali menangisinya yang sudah berlari jauh menggandeng wanita lain dan bahagia bersamanya. Sedangkan aku masih disini. Menantinya kembali, bahkan hanya sekedar menengok ke belakang. Menangisinya karna kebodohanku sendiri.
Bahkan aku tidak tau apa sebab dia pergi. Sampe sekarang aku masih tidak tau.
Menanti dan menangisinya. Itu yang selalu aku lakukan. Teman-temanku terus menyangatiku tapi hati ini masih belum sanggup untuk berdiri lagi. Ini masih terlalu menyakitkan. Tapi sampai kapan? Sampai kapan aku harus tetap seperti ini?
Tuhan, apa salahku?
Aku ingin dia kembali. Bahkan hanya untuk sekedar menengok ke belakang, berlari kembali ke arahku, memelukku mengucapkan salam perpisahan dan pergi kembali. Ya, mungkin itu sudah cukup.
Hanya satu hari, aku hanya menginginkan satu hari penuh terakhir bersamanya. Apakah itu juga tidak mungkin?
Sejahat itukah aku padamu hingga kau membalasku seperti ini.
Kejam. Tega. Sadis. Sakit.

Rabu, 08 Oktober 2014

I miss you

This painful. when you miss someone, but you can not do anything. This hurts when you wanted to see it again, but you could not see him. This hurts when you can only remember him through a dream

Rabu, 20 Agustus 2014

Aku bukan anak mereka. Ga ada yang sayang sama aku. Ga ada yg berharap aku hidup. Rasanya pengen pergi dari rumah, dari keluarga. Pergi sejauh-jauhnya. Ga mau ada di dunia ini lagi.
Sebenarnya alasan kenapa pengen punya pacar bukan karena status atau bangga2in kalo udah bukan jomblo lagi. Bukan.
Tapi karena pengen ada yg bener2 ngertiin & seenggaknya aku bisa ngerasa kalo ada yang sayang sama aku.
Aku pengen disayang sebagaimana seharusnya.
Aku pengen ada yg bener2 ngertiin. Bukan cuma sekedar ada. Punya tempat buat cerita semua masalah yang ada.
Selama ini ga ada yg bener2 ngertiin.
Aku pengen pulang. Disini bukan tempatku.

Rabu, 13 Agustus 2014

hey kamu..

Hey kamu, apa kabar? Hmm pasti baik2 aja & semakin bahagia setiap harinya karena udah ada dia disisi kamu sekarang.
Aku disini juga baik2 aja. Tapi mungkin aku ga sebaik km saat ini.
Aku bingung aku harus cerita ke siapa. Tiga orang yg dua orang diantaranya udah aku anggep sahabat aku sendiri cerita tentang masalah mereka ke aku. Ya, cerita mereka saling berkaitan. Bisa dibilang cinta segitiga. Dan dari ketiga mereka minta untuk ga bilang ke siapa2 tentang masalah ini.
Aku bingung. Bingung banget. Aku harus gimanaaa. Aku ada diantara mereka bertiga. Setiap harinya denger cerita tentang mereka yang emang sebenernya aku tau jawaban dari masalah mereka tapi aku harus terus berpura2 tidak tau apa2. Seandainya mereka bisa langsung komunikasi dengan mereka bertiga sendiri tanpa harus melibatkan aku. Mungkin mereka akan lebih paham & bisa saling mengikhlaskan satu sama lain.
Hey kamu, mungkin kamu bingung dengan semua cerita tadi. Ya, aku juga bingung harus mulai cerita dari mana. Seandainya saja masih ada kamu disini. Seandainya. Mungkin kamulah satu2nya orang yang akan tetap aku beritahu tentang semua ini. Menceritakan semua ini sudah sedikitnya membantu meringankan beban pikiranku. Dan mungkin kamu akan punya solusi untuk aku sebagai penghubung mereka bertiga ini.
Tapi kamu sudah tidak lagi disini. Kamu mungkin sekarang sedang mendengarkan cerita hidup tentangnya dan menceritakan cerita hidupmu dengannya.
Sungguh beruntung dia. Wanita yang kini ada bersamamu. Sedangkan aku? Aku hanya bisa berpura2 aku sedang berbicara denganmu saat ini. Menceritakan semuanya tentangku kepadamu seperti dulu.

Hey kamu, aku saat ini seperti orang bodoh yang menunggu bayangan yang mungkin bukan milikku.
Berusaha menggapai bayangan itu yang sudah jelas aku tidak akan bisa mendapatkannya.
Hey kamu, tapi disini aku masih menunggumu. Masih berharap suatu saat kau akan kembali dan menyatukan aku dan kamu menjadi kita kembali.
Haha impian yang tak akan mungkin menjadi nyata.
Hey kamu, hatiku masih milikmu.

Jumat, 08 Agustus 2014

permainan yang tak pernah selesai

Kenapa semuanya cepat sekali pergi? Kenapa semuanya cepat sekali menghilang? Kenapa semuanya cepat sekali berakhir? Selalu seperti ini. Mereka pergi tanpa permisi. Mereka datang dan masuk dengan memohon-mohon. Lelucon apa lagi ini? Sebegitu lucu kah hidupku sehingga dengan mudahnya mereka permainkan dam tertawakan?
Apa yang salah denganku? Sifatku yang terlalu buruk? Wajahku yang terlalu buruk? Atau perlakuanku yang terlalu buruk?

8 bulan yang lalu aku ragu untuk membuka hati kembali. Hingga akhirnya aku terus diyakinkan. 4 bulan yang lalu akhirnya aku yakin kepada siapa aku menyerahkan hatiku. Tapi lagi2 dikecewakan. Selalu seperti ini.
Selalu berakhir dengan aku yang terpuruk tanpa siapapun dan tak memiliki apapun.

Hidupku seakan seperti papan permainan bagi mereka. Datang jika bosan dengan hidup dan membutuhkan hiburan lalu pergi jika sudah asik dan bosan bermain. Kembali kepada kehidupan asik mereka dan meninggalkan papan permainan ini tanpa dirapihkan kembali. Dibiarkan bagian2 kecilnya menghilang dan masa bodoh untuk kembali mencarinya. Untuk apa? Toh itu hanya bagian kecil dan tidak penting. Mungkin itu pikiran mereka.
Tapi yang kecil ini menyakitkan. Menjadi luka besar karena sudah terlalu lama dibiarkan. Lalu sekarang siapa yang akan bertanggung jawab menyelesaikan semua ini? Setidaknya rapihkan kembali permainan yang sudah kalian mainkan. Letakkan di tempat yang baik agar terjaga. Jangan dibiarkan dan dibuang begitu saja. Ini menyakitkan

Rabu, 04 Juni 2014

Maaf

Maaf, aku masih menyayangimu
Maaf, aku masih mengharapkanmu kembali
Maaf, aku pernah mengecewakanmu
Maaf, aku pernah mengabaikanmu
Maaf maaf maaf

Jumat, 18 April 2014

Untuk kamu

Untuk kamu yang namanya selalu kusebut dalam doa. Untuk kamu yang berinisial sama dengan ayahku. Untuk kamu yang aku harapkan menjadi imamku kelak. Untuk kamu yang selalu aku nanti disini.
Jaga hatimu sampai nanti kita dipertemukan dan disatukan. Aku disini juga selalu menjaga hatiku untukmu. Sampai nanti waktunya datang. Aku disini selalu menanti dan menjaganya untukmu, calon imamku❤️

Wanita yang sangat ia cintai

Aku tidak pernah melihatnya menangis. Sampai saat itu, disaat ia meletakkan kepala wanita ke dalam tempat sempit gelap dan hanya seorang diri. Liang lahat. Mengecup kening wanita itu dengan penuh rasa sayang dan cinta. Untuk yang terakhir kali.

Dia ayahku. Ayahku yang sangat mencintai ibunya. Dia ayahku yang selalu tegar dan ceria namun kini berduka. Dia ayahku yang merindukan kasih sayang seorang ibu.
Semoga Engkau memberikan tempat terbaik kepada ibu dari ayahku. Ibu yang sangat ayahku cintai. Ampuni dosa-dosanya ya Allah. Jaga ia disisiMu. Kami disini mencintainya. Selalu. Berharap suatu saat nanti dapat kembali berkumpul di surgaMu, suatu hari nanti. Aamiin.

Selasa, 15 April 2014

Tak ada lagi yang seperti "dulu"

Sebulan lebih. Ya, sebulan lebih 5 hari lebih tepatnya sejak kita berhenti berkomunikasi. Sejak aku memutuskan untuk menyerah dan membiarkanmu pergi. Sejak aku dan kamu tidak lagi ada kita. Sejak aku memutuskan kamu tak lagi ada di hidupku. Sejak semuanya aku anggap berakhir. Dan mungkin juga begitu menurutmu. Kita sudah berakhir. Tapi, ada yang mengganjal disini. Kamu belum menjelaskan apa2 tentang sesuatu yang aku sudah tau tanpa perlu kamu beri tahu. Tentang sesuatu yang sampai saat ini masih kamu tutupi dariku. Tak ada kata perpisahan apapun. Baik dariku, maupun dari dirimu sendiri. Senyuman terakhir setelah kita tak lagi berkomunikasi. Saat itu hanya sakit yang ku rasa "kurang ajar sekali. Masih bisa tersenyum seperti itu seakan tidak terjadi apa2" itu yang aku rasa saat itu. Tapi sekarang, aku berharap kau masih bisa tersenyum sama seperti itu kepadaku dan mungkin kini aku yang menganggap tidak terjadi apa2 diantara kita. Aku ingin kita baik2 saja, seperti di 2 mimpiku tentangmu. Walaupun kita, tak lagi menjadi kita yang "dulu"
Aku masih menyayangimu. Ya, masih. Tapi kini aku mulai terbiasa hidup tanpamu. Walau aku belum bisa berhenti membicarakanmu. Walaupun aku masih bisa terpaku lama berdiam diri di depan layar hp ketika RU BBMku memunculkan wajahmu. Mengamati cukup lama wajahmu disana. Aku rindu.
Kini kau lebih bahagia bersama teman2mu sepertinya. Tak ada lagi aku yang ada di hidupmu. Tak ada lagi aku yang dulu kau panggil aku sayang.
12 mei nanti, yang aku harapkan hanya sebuah ucapan darimu. Tidak perlu memberikan kejutan ataupun hadiah. Hanya sebuh ucapan atau mungkin kalau bisa ditambah doa. Tapi hanya ucapanpun tak apa. Semoga kau selalu mendoakanku tanpa ku minta. Aku disini juga selalu mendoakanmu agar kau selalu bahagia.
Aku menyayangimu, aku merindukanmu.

Sabtu, 05 April 2014

Kamu

Mereka bilang mereka bilang mereka bilang. Tapi seakan-akan aku menutup telingku rapat2. Tidak mau mendengarkan apapun yang mereka katakan.
Jujur sakit, jujur hampa, jujur sepi tanpa kamu disini.
Mereka bilang aku berubah sejak mengenalmu. Ya, karena saat itu aku merasa kamulah orang itu. Paket komplit. Itu yang aku katakan saat ini. Tapi kenyataannya berbeda. Kamu yg aku kira benar-benar menjadi yang sebenarnya ternyata diluar dugaanku.
Mau dikemanaian hati ini, mau dikemanakan kepercayaan ini, mau dikemanakan luka ini. Setiap harinya aku bawa kesana kemari. Mencari obat untuk menyembuhkan luka, tapi nihil. Hanya topeng2lah yang kutemukan. Hati yang sudah tidak berbentuk, kepercayaan yang sudah rusak, luka yang semakin hari semakin terbuka lebar.
Aku hanya ingin kau kembali. Mungkin ini kebodohan terbesarku memintamu kembali. Namun memang itulah kenyataannya. Aku belum ikhlas melepas kepergianmu seperti ini. Ini menyakitkan.
Aku tidak berharap kau akan merasakannya, biar aku saja yang merasakan semua ini. Terseok2 mencarimu si obat mujarab yang tak pernah datang kembali.

Selasa, 18 Maret 2014



I miss you💔

Aku butuh kamu

Aku butuh kamu. Saat ini aku butuh kamu banget. Tapi kamu tetap terus berjalan pergi, tanpa mengucapkan sepatah katapun, tanpa menoleh sedikitpun. Terus berjalan menjauh. Berat, berat aku menjalaninya tanpa kamu. Aku butuh kamu saat ini disisiku. Aku butuh kamu.
Kembali, please kembali..

Kamis, 06 Maret 2014

Ya Allah, jaga keluargaku disaat aku tidak bisa berada di deket mereka

Rabu, 05 Maret 2014

Miss my Family❤️

Ngerasa kaya makin ga kuat di Jogja :')
Ngerasa kaya ga punya siapa2, ga ada temen, ga ada keluarga, ngerasa kaya hidup bener2 sendiri.
Pengen pulang, seenggaknya di rumah ada keluarga, ga pernah ngerasa sendiri lagi.
Kangen banget.

Jumat, 21 Februari 2014

Terlambat

Satu tahun yang lalu kemana? Satu tahun ini aku udah bisa terbiasa hidup tanpa kamu. Tanpa bayang2 kamu. Lupain semua kenangan yang pernah ada. 3 tahun aku berjuang sendiri, aku bertahan sendiri. 3 tahun itu juga rasaku ga berubah & semakin kuat.
Dan sekarang? Setelah hidupku tenang tanpa kamu, kamu dateng lagi tiba2 ke kehidupan aku. Seakan ga terjadi apa2. Seakan-akan kita baik2 aja selama ini. Kamu minta kesempatan kedua, kamu yang menyesal kali ini, kamu yang inginkan aku kali ini, kamu yang merasakan menjadi aku kali ini. Sekarang tau kan gimana rasanya? Tapi maaf, ga ada lagi kesempatan kedua untukmu. Aku bukan lagi aku yang dulu selalu mendambakan & menyayangi kamu. Aku sudah memiliki orang lain yang aku harap memiliki rasa seperti saat aku menyayangimu.
Maaf, jika semua ini tidak seperti yang kau pikirkan. Kau datang terlambat. Waktu sudah merubah semuanya. Kita tak lagi sama, tak lagi seperti dulu :)